Monday, October 10, 2011

Hasbini Temukan Batu Bertulis Setelah Mimpi Keris Pusaka( Gambar di Batu Misterius Itu Mirip Danau )

THasbini (50), mengenakan topi kupluk, bersama warga menyaksikan dari dekat batu tulis paling besar, Senin (10/10), dari tiga batu tulis yang ditemukan di Blok Pasir Pogor, Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.
THasbini (50), mengenakan topi kupluk, bersama warga menyaksikan dari dekat batu tulis paling besar, Senin (10/10), dari tiga batu tulis yang ditemukan di Blok Pasir Pogor, Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.
Ketiga batu bertulis itu bentuknya mirip batu biasa. Yang paling besar berukuran sekitar 120 x 80 x 60 cm kubik. Di bagian atasnya terdapat alur-alur ukiran saling menyambung. Selain itu terdapat tiga tulisan lain mirip angka 1, 5, dan 0. Dua batu lainnya berukuran lebih kecil dan memiliki alur ukiran mirip spiral.

Ketiga batu tersebut terletak di bukit milik Hasbini (50), warga Kampung Angklong. Ia baru tiga bulan membeli bukit tersebut dari seseorang. Sebelum menemukan batu itu, kata Hasbini, ia bermimpi didatangi seseorang yang menyebutkan di lokasi itu ada batu, dan di bawahnya ada keris pusaka.

"Saya bermimpi seperti itu Rabu (5/10) malam. Orang dalam mimpi itu meyakinkan saya bahwa di lokasi itu ada tiga batu dan di bawah batu paling besar ada benda pusaka berupa keris," ujar Hasbini, yang ditemui Senin (10/10).

Kendati mengaku kurang begitu percaya dengan mimpi itu, Hasbini tetap penasaran dan mengajak Ee (50), tetangganya, untuk menggali di lokasi seperti yang ditunjukkan dalam mimpinya.

Kamis (6/10) pagi, Hasbini bersama Ee diam-diam menuju bukit yang rencananya mulai akan digarap karena hujan mulai turun. Setiba di lokasi, Hasbini takjub dengan sebuah titik lokasi yang ternyata persis tergambar dalam mimpinya. Tanpa menunggu lagi, ia bersama Ee melakukan penggalian.

Belum sampai kedalaman satu meter, keduanya menemukan sebuah batu besar. Hasbini kemudian menyingkap tanah yang menutupi bagian atas batu. Setelah bersih, ditemukan alur-alur ukiran, termasuk tiga tulisan lain mirip angka 0, 5, dan 1. Ee, yang turun lebih dulu, segera memberi tahu warga sekampung hingga menjadi heboh.

Warga berbondong-bondong menuju lokasi kendati mesti berjalan beberapa kilometer dari perkampungan. Hasbini, yang mulai dibantu warga lainnya, kemudian menemukan dua batu lagi dengan ukuran lebih kecil. Lokasi ditemukannya ketiga batu itu sekitar 6 km dari objek wisata Situ Sangiang.
Lapor ke Balar.

Salah seorang tokoh pemuda setempat, Acep Zamzam Noor, yang juga pegiat budaya Situ Sangiang, mengatakan, alur-alur tersebut seperti membentuk peta atau denah Situ Sangiang.
"Jika melihat alur-alurnya dan dibandingkan dengan denah Situ Sangiang seperti ada kemiripan. Alur itu membentuk gambar danau serta lahan-lahan lain pendukungnya," ujarnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya langsung menerjunkan petugas untuk melihat secara jelas kondisi batu yang menggegerkan warga Kampung Nangklong, Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja, itu. Hasil peninjauan itu akan dilaporkan ke Balai Arkeologi (Balar) Bandung.

"Harapannya pihak Balar akan segera turun ke Tasikmalaya untuk meneliti secara detail kondisi batu yang diduga sebagai peninggalan peradaban masa lalu itu," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, EZ Alfian, melalui sambungan telepon, kemarin.

Karena belum ada penelitian tim ahli dari Balai Arkeologi Bandung, Alfian belum bisa menyimpulkan apa-apa mengenai temuan batu tersebut. "Saat ini belum bisa disimpulkan batu yang ditemukan warga itu. Tapi bisa saja memang peninggalan sejarah, mengingat wilayah Kecamatan Sukaraja memiliki nilai historis Kerajaan Sukapura," ujarnya.

Untuk menghindarkan batu bertulis dari gangguan tangan-tangan jahil, pihaknya memberikan pengamanan darurat dengan melindunginya dengan pagar bambu. Ia pun mengimbau agar warga yang berdatangan ke lokasi tidak memegang batu tersebut, apalagi mengorek-ngorek dengan alat bantu.

Penemuan ketiga batu itu, kata Acep, akan makin memerkaya informasi seputar keberadaan Situ Sangiang yang diduga menjadi salah satu situs peninggalan kerajaan kuno. Di zaman kolonial Belanda, Kecamatan Sukaraja sendiri pernah menjadi Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya.

"Saat ini saya tengah menyusun buku tentang asal-usul Situ Sangiang yang dilengkapi dengan berbagai literatur yang bisa dipertanggungjawabkan. Adanya temuan batu itu diharapkan bisa menjadi penghubung suatu persitiwa dengan peristiwa lain dalam siklus sejarah Situ Sangiang," ujar Acep.
Hasbini, pemilik bukit sekaligus penemu batu tersebut, memaknai alur-alur di atas batu sebagai sebuah hikmah yang sengaja dibukakan terhadap dirinya dari Yang Mahakuasa. "Temuan batu ini berawal dari mimpi. Dan setelah saya lihat, alur tersebut mirip gambar orang lagi bersujud.
Sementara alur mirip angka lima melambangkan salat lima waktu dan rukun Islam," ujarnya.
Hasbini pun berharap masih bisa melakukan penggalian batu besar tersebut, mengingat dalam mimpi sebelumnya, disebutkan di bawah batu besar terdapat benda pusaka berupa keris. "Sedianya kami akan terus menggali, tapi batunya terlalu besar. Jika nanti di bawah batu ditemukan benda seperti dalam mimpi, saya berharap benda itu bisa membawa manfaat kepada saya," ujarnya. (stf)

sumber : http://www.tribunnews.com/2011/10/11/gambar-di-batu-misterius-itu-mirip-danau,http://www.tribunnews.com/2011/10/10/hasbini-temukan-batu-bertulis-setelah-mimpi-keris-pusaka

No comments:

Post a Comment